Sabtu, 20 November 2010

PESONA ALAM DURIAN LUNCUK JADI POTENSI WISATA DUNIA

 JAMBI - Setelah disahkan dan resmi mendapatkan status hukum, Cagar Alam Durian Lucuk I dan II ditetapkan berdasarkan SK Menteri Nomor 34/Kpts-II/1987 tanggal 7 Mei 1987, menjadi kawasan yang dikelola di bawah tanggung jawab BKSDA Jambi dan pusat. Kondisi fisik kawasan Cagar Alam Durian Luncuk I dan II mempunyai luas wilayah sebesar 74,8 Hektar. Di antaranya telah mempunyai batas kawasan yaitu sebelah utara berbatasan dengan Pirsus Karet Durian Lucuk, sebelah selatan berbatasan dengan Pirsus Karet Durian Lucuk, sebelah Barat berbatasan dengan Pirsus Karet Durian Lucuk, dan sebelah timur berbatasan dengan Pirsus Karet Durian Lucuk.
Dijelaskan Agung Kabid TU BKSDA Jambi, secara administrasi pemerintahan terletak pada Provinsi Jambi, Kabupaten Batanghari, Kecamatan Batin XXIV, Desa Jangga Baru, Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Batanghari, Kecamatan Pauh dan Batin XXIV, Desa Guruh Baru. Secara administrasi juga bentuk wilayah Kehutanan terletak pada Sub Balai KSDA Jambi, Sub Seksi KSDA Tanjung Jabung dan Resort KSDA Hutan Bakau Pantai Timur.
Sebagai potensi yang mempunyai tingkat ekonomi yang tinggi Cagar Alam Durian Luncuk masih menyisakan potensi flora dan faunanya berdasarkan tipe ekosistemnya. “Bahwa tofografi Cagar Alam Durian Luncuk mempunyai tipe ekosistem formasi hutan dengan dataran rendah dan perwakilan hutan khas Jambi berupa ekosistem hutan Bulian (Eusideroxylon zwageri) yang saat ini terancam keberadaannya karena dapat dimanfaatkan,” jelas Agung.
Menurut Agung sumber daya alam hayati yang banyak dijumpai pada cagar alam durian luncuk di antaranya ada Kubung (Cynocephalus variagatus), Bajing tanah (Lariscus insignis), Binturong (Arctitis binturong), Kucing hutan (Felis virisgatus), Harimau sumatera (Pantheratigris sumtraensis), Macan dahan (Neopelis nebulosa), Buaya muara (Crocodylus porosus), Sinyulong (Tomistoma sclegelii), Labi-labi (Chitra indus), Tuntong (Batagur baska), Kuntul cina (Egretta eulophotus), Bluwok putih (Mycteria cinera), Bangau tongtong (Leptoptiles javanicus), Alap-alap (Aviceda leuphotes), Kuau (Argusianus argus), Rangkong papan (Beceros bicornis).
”Sedangkan unsur hayati yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan diantaranya Sebagai habitatnya kayu khas Jambi yaitu Bulian (Eusideroxylon zwageri) yang keberadaannya sangat terancam dan perlu memulihkan dan merehabilitasi serta mengembalikan kehabitatnya seperti semula,” kata Agung.
Ditambahkan, akses yang dapat di tempuh untuk menuju kelokasi bisa melalui jalur Jambi - Kuala Tungkal 125 km dalam waktu 4 jam dengan kendaraan roda 4. “Dan jika kita melalui jalur Kuala Tungkal-Mendahara Ilir dapat ditempuh dalam waktu 0,5-1 jam dengan menggunakan kendaraan,” pungkas Agung.

http://www.jambiekspres.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar